Saturday, June 2, 2018

Manusia Tuhan dan Robot

Terkadang kita sering mempertanyakan Allah dimana..? Siapa yang menciptakan Allah....? Allah itu seperti apa...?Hal itu juga yang mungkin dipertanyakan oleh semua robot yang ada di dunia ini. Siapa Manusia..? Terbuat dari apa Manusia..? 

Itu merupakan analogi sederhana bagaimana kita sebagai manusia pada dasarnya merupakan mahluk ciptaan Allah. ada beberapa persamaan dalam analogi manusia dan robot. yuk kita simak:

Kemampuan Berfikir

Allah telah memberikan kita kemampuan berfikir, namun kemampuan berfikir kita memiliki standart dan batas. hal itu juga yang manusia lakukan terhadap robot. terkadang kita berfikir bahwa robot dan computer merupakan mahluk tercerdas yang pernah kita lihat, terbukti dari cara dia bekerja, menghitung dan lain sebagainya. Uniknya hal tersebut hanya sekedar opini, nyatanya Komputer dan robot merupakan mahluk yang hanya terlihat pintar dan disadari atau tidak sebenarnya yang benar-benar pintar adalah manusia yang menciptakan robot dan komputer tersebut.

Pada dasarnya robot dan komputer bekerja berdasarkan algoritma yang sudah ditanamkan dalam sistem. dan semua kemungkinan sistem yang terjadi sudah terdeskripsi dalam algoritma tersebut, kemudian algoritma terebut disusun dalam sebuah bahasa pemograman dan bahasa pemograman kemudian membentuk sistem berfikir robot sesuai yang diinginkan penciptanya. contoh : Robot pendeteksi asap akan terus menganalisis asap yang ada disekitarnya, robot tersebut tidak akan melakukan sesuatu yang diluar program yang sudah ditanamkan dalam sistemnya. misal ada robot deteksi asap namun juga bekerja untuk mendeteksi gerak manusia. ITU ADALAH HAL YANG MUSTAHIL.

Sama halnya dengan manusia. keterbatasan berfikir manusia telah Allah atur sebagaimana manusia mengatur keterbatasan berfikir robot. saat manusia bertanya dimana Allah..? maka jawabanya adalah kemapuan berfikir manusia belum mampu untu berfikir hal tersebut.

untuk itu, kita sebagai mahluk Allah yang beriman dan bertakwa hanya diperintahkan oleh Allah untuk mengimani adanya Allah sebagai tuhan kita, sudah hanya demikian, tidak lebih. untuk itu, jangan kita ganggu pemikiran kita yang sempit ini dengan hal-hal diluar batas kemampuan berfikir kita. Kita diciptakan oleh Allah untuk beribadah kepadaNya. maka buatlah setiap langkah kaki dan hembusan nafas kita sebagai ibadah kepada Allah.
By : SaN

0 comments:

Post a Comment